Malam Pertama di Kamar Pengantin dalam Bingkai Sunnah Nabi Yang Suci

Sampul Buku Malam Pertama di Kamar Pengantin dalam Bingkai Sunnah Nabi Yang Suci Pustaka Al Haura

Sampul Buku Malam Pertama di Kamar Pengantin dalam Bingkai Sunnah Nabi Yang Suci  Pustaka Al HauraJudul Buku: Malam Pertama di Kamar Pengantin
dalam Bingkai Sunnah Nabi Yang Suci
Terjemah Kitab:
Penulis: Abu Maryam Majdi bin Fathi As Sayyid
Penerbit: Pustaka Al Haura
Ukuran: Buku kecil, Tebal: 120 halaman, berat: 150 gram
Fisik: 12 cm x 20 cm, doff, shrink, soft cover
Harga: Rp 35.000 Harga murah: Rp 28.000 Disc (SKB) (Rp 7.000)


Buku Malam Pertama di Kamar Pengantin dalam Bingkai Sunnah Nabi Yang Suci Pustaka Al Haura

Alhamdulillah, Penerbit Pustaka Al Haura bisa menghadirkan sebuah buku untuk kaum muslimin semua yang berjudul Malam Pertama di Kamar Pengantin dalam Bingkai Sunnah Nabi Yang Suci yang berisi tuntunan islam bagi pengantin pada malam pertama.

Malam itu sangat dinantikan kedatangannya. Aneka perasaan berkecamuk di dalam dada. Malu, ragu, grogi, kawatir, dan perasaan lainnya. Semua berpadu menjadi satu dalam genggaman asa. Angan membayangkan apa yang bakal terjadi di sana. Akankah angan mereka berubah menjadi kenyataan?
Walhamdulillah, kedua insan beriman lagi bertakwa. Di malam pertama dan yang pertama itu mereka merajut benang cinta yang semula berjauhan tempatnya. Satukan asa tuk menggapai keridhaan penciptanya. Mengayuh biduk mengarungi samudera rumah tangga. Berbekal keikhlasan yang dipadu dengan iman dan takwa dalam bingkai sunnah rasul shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia.

Apa yang anda pikirkan ketika malam pertama menjelang? Apa saja amalan yang bakal mereka lakukan? Perkataan apa saja yang bakal mereka lakukan? Berbagai pertanyaan lain bermunculan. ┬áSudahkan anda mempersiapkannya. Temukan jawabannya dalam buku Malam Pertama di Kamar Pengantin ini berupa untaian teladan dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sarat dengan bimbingan. Untukmu berdua teriring doa yang panjatkan: Barakallahu laka wabaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khairin.